Pengurus LDII Tabanan Silaturahim ke Ketua PC NU Tabanan. Apa yang Dibahas?

Pengurus LDII Tabanan Silaturahim ke Ketua PC NU Tabanan. Apa yang Dibahas?

Tabanan (19/4) – Pengurus DPD LDII Tabanan bersilaturahim ke rumah Ketua PC NU Tabanan H. Ali Mahfud Aang Khunaefi, Sabtu malam (18/4/2026). Ketua DPD LDII Tabanan, Maulana Sandijaya didampingi Wakil Ketua II, Imam Kambali, dan Wakil Ketua III, H. Deddy Wawan Setiawan.

Dalam pertemuan hangat yang berlangsung satu jam lebih itu, pengurus LDII Tabanan maupun Ketua PC NU Tabanan sama-sama mengutarakan komitmen untuk memperkuat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan umat muslim di Kabupaten Tabanan. “Kedatangan kami di sini untuk memperkuat tali persaudaraan antara umat Islam,” kata Sandijaya.

Pria asal Rembang, Jawa Tengah, itu menambahkan, LDII dan NU adalah mitra strategis yang memiliki komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Terlebih masyarakat yang heterogen seperti di Bali. Ditegaskan Sandijaya, kalaupun ada sedikit perbedaan dalam ormas, hal itu bukan untuk dipertentangkan yang bisa menimbulkan konflik horizontal. Perbedaan tersebut justru dijadikan perekat untuk saling memahami satu sama lain.

“Kami memandang Li-Ta’arafu sebagai konsep penting untuk saling mengenal dan lebih akrab. Bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa bukan untuk terpecah belah, melainkan untuk saling mengenal, memahami, dan menghormati perbedaan,” tukasnya.

Sandijaya menegaskan, meski ada perbedaan, baik LDII maupun NU adalah ormas Islam yang memperjuangkan keutuhan NKRI melalui bingkai Bhinneka Tunggal Ika. “Yang beda jangan dipaksa untuk sama, dan yang sudah sama jangan dibedakan. Kalau mencari perbedaan, tidak ada habisnya. Kita, LDII, NU, Muhammadiyah, dan ormas islam lainnya adalah saudara dalam iman dan Islam,” tandasnya.

Sementara itu, H. Ali Mahfud Aang Khunaefi menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan pengurus LDII Tabanan. Menurutnya, pembicaraan terbuka penuh keakraban atau di forum informal sangat dibutuhkan. “Dengan ngobrol seperti ini, saya menjadi tahu LDII dari sumbernya langsung. Bahkan, kami bisa saling memperkuat persaudaraan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat,” ujar pria asal Kudus, Jawa Tengah, itu.

Aang menambahkan, saat ini yang diperlukan adalah kolaborasi untuk memberikan kemaslahatan pada umat. Selain menjaga keharmonisan umat beragama, NU maupun LDII memiliki tugas untuk mengajak masyarakat menjaga alam. Permasalahan yang aktual seperti sampah menurutnya sangat urgent untuk dicarikan solusi bersama. Permasalahan akan selesai jika ada kekompakan dan persatuan. “Kami membuka lebar pintu kolaborasi dan sinergi untuk saudara kami dari NU,” pungkas Sandijaya. (mau)

Informasi Nasional